
Magetan – Nusativi.com – Kasus dugaan bullying di SMPN 1 Maospati nampaknya kembali menjadi bahan perbincangan masyarakat setelah seorang siswa akhirnya resmi pindah sekolah. Keputusan tersebut diambil setelah lebih dari sebulan korban enggan masuk kelas karena merasa tidak nyaman dengan lingkungan sekolah.
Orang tua korban, Fendy Sutrisno, mengaku tidak punya pilihan lain selain mengikuti keinginan anaknya. Menurutnya, sang anak sudah menolak bersekolah sejak kasus dugaan bullying mencuat.
“Saya datang ke sekolah untuk mengurus berkas kepindahan. Anak saya sudah tidak mau sekolah lebih dari sebulan. Sebagai orang tua, saya harus mendukung agar dia bisa kembali fokus belajar di tempat yang baru,” terang Fendy saat ditemui, Rabu (03/09/2025).
Fendy juga menuturkan, pihak sekolah cukup terbuka dalam proses pengurusan administrasi. Meski ada sejumlah berkas yang masih perlu dilengkapi, ia menilai sikap Kepala Sekolah dan guru sudah menunjukkan itikad baik.
“Sambutan dari Kepala Sekolah dan guru cukup baik. Besok saya kembali lagi untuk melengkapi berkas administrasi,” imbuhnya.
Lebih jauh, Fendy menilai kepindahan ini merupakan jalan terbaik demi menjaga kondisi psikologis anaknya. Ia menduga pengalaman buruk akibat tindakan bullying, termasuk yang dilakukan oknum guru, membuat anaknya kehilangan rasa aman untuk belajar di sekolah tersebut.
“Ini murni permintaan anak saya. Pendidikan itu penting, jadi saya hanya ingin memastikan dia bisa belajar dengan tenang dan nyaman,” tambahnya.
Di sisi lain, Kepala SMPN 1 Maospati, Seno, menyayangkan keputusan pindah sekolah itu. Ia menegaskan pihak sekolah telah berupaya memberikan pendampingan serta kenyamanan bagi korban.
“Kami sebenarnya sudah berusaha menciptakan suasana nyaman bagi siswa. Namun karena yang bersangkutan memilih pindah, sekolah tetap memfasilitasi,” ujarnya.
Meski begitu, Seno berharap kepindahan ini bisa membawa dampak positif bagi masa depan korban.
“Kami berharap di sekolah barunya nanti, A bisa belajar dengan tenang, meraih prestasi, dan mencapai cita-citanya,” pungkasnya.
Kasus ini menambah panjang daftar persoalan bullying di lingkungan sekolah yang perlu mendapatkan perhatian serius, baik dari pihak sekolah, orang tua, maupun pemerintah daerah. (DK)
Related Posts

Soroti Dugaan Pungutan di SMA Negeri 1 Karas, Wakil Ketua DPRD Magetan : Aturannya Sudah Jelas, Dilarang

Kelas Unggulan dan Gedung Baru Jadi Magnet, MAN 3 Panekan Perkuat Mutu Pendidikan

Rapat Komite SMA Negeri 1 Karas Jadi Sorotan, Wali Murid Pertanyakan Proses Penetapan Uang Gedung

Tebar Benih di SMKN 1 Tulungagung, Gubernur Khofifah dan Plt. Bupati Ahmad Baharudin Tanam Fondasi Vokasi Modern

Anggaran Pendidikan Magetan Capai Rp600 Miliar, Lampaui Ketentuan Nasional



