Sarat Nilai Spiritual, Kirab Budaya Sumber Mudal Jadi Perekat Sosial Masyarakat Pacalan

Tags: , , , , ,

Magetan – Nusativi.com – Kirab Budaya Dawuhan Senopati Sumber Mudal di Desa Pacalan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, tidak hanya menjadi ajang pelestarian tradisi, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan desa wisata berbasis budaya dan sejarah. Digelar Minggu (31/8/2025), kegiatan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun pengunjung dari luar daerah.

Lokasi penyelenggaraan yang berada di kaki Gunung Lawu menambah nilai eksotika acara. Masyarakat tumpah ruah mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari jalan santai, arak-arakan hasil bumi, karnaval, hingga atraksi Reog Ponorogo yang menjadi penutup. Semua ini menghadirkan suasana meriah sekaligus menghidupkan kembali semangat gotong royong warga.

Lebih dari sekadar ritual tahunan, tradisi Dawuhan Senopati Sumber Mudal memiliki makna penting bagi keberlangsungan hidup masyarakat. Sumber mata air di kawasan ini menjadi tumpuan utama kebutuhan air minum dan irigasi untuk 17 desa di sekitarnya. Hal inilah yang membuat tradisi syukuran tahunan terus dijaga sebagai bentuk penghormatan kepada alam dan leluhur.

Kepala Desa Pacalan Agus Suharto menilai bahwa gelaran ini menjadi salah satu “ikon budaya” di Magetan. Dengan perpaduan sejarah, ritual sakral, dan hiburan rakyat, kirab budaya dapat dikemas sebagai paket wisata yang menarik, sekaligus menjadi sarana promosi potensi lokal.

“Selain untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama warga, kirab budaya ini juga sebagai tradisi budaya di Desa Pacalan yang harus dilestarikan,” ungkapnya.

Apalagi, Desa Pacalan menyimpan nilai historis tinggi. Di desa ini terdapat makam Kyai Kembang Sore, tempat peristirahatan Bupati Magetan ke-2, Kanjeng Kyai Adipati Purwodiningrat, dan Bupati Magetan ke-3, Raden Tumenggung Sosrodipuro. Keberadaan situs sejarah ini memperkuat posisi Pacalan sebagai desa dengan potensi wisata religi sekaligus budaya.

“Desa Pacalan tak lepas dari sejarah Kyai Kembang Sore, jadi memiliki nilai historis tersendiri bagi warga Magetan,” imbuhnya.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah desa, kirab budaya tahun ini menjadi momentum penting untuk mendorong pembangunan berbasis kearifan lokal. Agus mengungkapkan, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan serta menjadikan desa lebih mandiri dengan tetap melestarikan tradisi leluhur. (DK)