Bakesbangpol Magetan Edukasi Pemilih Pemula, Generasi Muda Diajak Tolak Politik Uang

Tags: , , , , , , , , , , , , , ,
oplus_2

MAGETAN — NUSATIVI.COM — Menyiapkan generasi muda menghadapi dinamika demokrasi dan pemilu mendatang, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Magetan menggelar sosialisasi pendidikan politik bagi pemilih pemula.

Kegiatan bertajuk “Peran Generasi Muda dalam Berdemokrasi” tersebut berlangsung di Aula Graha Literasi Magetan, Rabu (7/10/2026). Peserta yang mengikuti kegiatan berasal dari perwakilan siswa dan siswi SMA, SMK, serta MA di Kabupaten Magetan.

Sejumlah pejabat dan penyelenggara pemilu turut hadir, di antaranya Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro, Plt. Kepala Bakesbangpol Magetan Joko Trihono, Ketua KPU Kabupaten Magetan Noviano Suyide, serta Komisioner Bawaslu Magetan M. Ramzi.

Dalam kegiatan tersebut, generasi muda diajak melihat politik bukan sekadar persoalan pemilu dan perebutan jabatan, tetapi sebagai bagian dari proses menentukan arah kebijakan dan pembangunan daerah.

Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro mengatakan, politik pada dasarnya memiliki manfaat dalam kehidupan pemerintahan. Melalui proses politik, berbagai kebijakan dan program pembangunan dapat ditentukan.

Namun, Suyatni mengingatkan bahwa proses politik juga menghadapi berbagai persoalan, salah satunya praktik politik uang dalam proses rekrutmen politik.

“Politik itu mempunyai manfaat. Pembangunan dan kebijakan dapat dilakukan ketika kita berada dalam ranah politik. Tetapi dalam praktiknya ada juga hal-hal yang tidak baik, termasuk dalam proses rekrutmen politik,” ujar Suyatni.

Menurutnya, politik uang menjadi persoalan yang perlu dipahami oleh generasi muda. Jika praktik tersebut terus dianggap sebagai bagian dari proses politik, dikhawatirkan dapat memengaruhi kualitas pemerintahan.

“Rekrutmen politik juga tidak lepas dari money politik. Kalau cara politik seperti ini terus dilakukan, akan merusak sistem pemerintahan karena prosesnya tidak murni dari nurani,” katanya.

Suyatni juga menyinggung konsekuensi biaya politik yang besar. Menurutnya, kondisi tersebut dapat menimbulkan persoalan ketika seseorang yang telah mengeluarkan modal politik besar kemudian berupaya mencari keuntungan setelah memperoleh jabatan.

“Dampak money politik akhirnya yang jadi akan sibuk mencari keuntungan karena modal politiknya besar. Karena itu, generasi muda harus melek politik,” tegasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Bakesbangpol Kabupaten Magetan Joko Trihono menjelaskan, sosialisasi tersebut secara khusus diarahkan untuk memberikan bekal kepada pelajar yang nantinya menjadi pemilih pemula.

“Kami memberikan pendidikan politik yang penting bagi siswa. Harapannya, pelajar ini nanti mampu menjadi pemilih yang bijak,” kata Joko.

Ia menjelaskan, materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan teknis pemilu, tetapi juga mencakup demokrasi Pancasila dan pemahaman terhadap pilar-pilar kebangsaan.

“Generasi muda harus memahami bagaimana menyikapi politik secara dewasa, tetapi tetap berpegang pada asas kebangsaan dan demokrasi Pancasila,” ujarnya.

Joko menambahkan, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai tahapan pemilu yang akan dilalui. Namun, terkait pelaksanaan pemilu mendatang, pihaknya masih menunggu ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kita tetap menunggu undang-undang yang baru. Ada pembahasan mengenai kemungkinan pemilu akan digelar dengan cara yang berbeda dan sebagainya. Yang terpenting bagaimana masyarakat, khususnya generasi muda, memahami cara mengikuti pemilu dengan baik,” jelasnya.

Pencegahan politik uang, lanjut Joko, menjadi salah satu materi penting dalam pendidikan politik tersebut.

“Salah satu materinya juga berkaitan dengan tolak money politik. Makanya kita mendidik bagaimana menjadi pemilih yang baik,” imbuhnya.

Ketua KPU Kabupaten Magetan Noviano Suyide menambahkan, pemilih dari kelompok generasi Z akan menjadi bagian penting dalam pemilu mendatang. Karena itu, pendidikan pemilih kepada kalangan pelajar dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan.

“Pemilih kita di 2029, Gen Z itu banyak. Kami selalu melaksanakan kegiatan sosialisasi, khususnya bagi kaum muda dan pelajar SMA maupun SMK yang nantinya menjadi pemilih pemula,” ungkap Noviano.

KPU Magetan, kata dia, akan terus melakukan sosialisasi pendidikan pemilih, baik melalui kegiatan yang dilaksanakan secara mandiri maupun bekerja sama dengan Bakesbangpol dan pihak lainnya.

“Kami akan terus aktif melakukan sosialisasi pendidikan pemilih, baik KPU secara mandiri maupun bersama Bakesbangpol,” pungkasnya.

Sosialisasi tersebut menjadi salah satu upaya memberikan pemahaman sejak dini kepada calon pemilih mengenai demokrasi, hak dan kewajiban sebagai pemilih, serta pentingnya menentukan pilihan secara sadar tanpa dipengaruhi praktik politik uang. (Vha)