
Magetan — Nusativi — Rakor inflasi kembali digelar, pada minggu Kedua Januari 2025, Senin (13/01/2025), Plt. Sekjen Mendagri Tomsi Tohir memimpin rakor inflasi secara daring dengan K/L dan Kepala Daerah se-Indonesia secara hybrid.
Plt. Sekjen Mendagri mengungkapkan rakor inflasi sudah dilaksanakan kurang lebih 112 kali dari september 2022 sampai sekarang, selama 1 tahun inflasi dilaksanakan nilai yang dicapai 1,57 , itu merupakan angka yang terbaik yang pernah dicapai selama indonesia merdeka.
Pudji Ismartini, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS RI melaporkan jika tingkat inflasi selama 3 bulan terakhir 2024 (Y to D) mengalami kenaikan oktober(0,82) november(1,12) desember(1,57), dimana kondisi ini dibanding dengan inflasi (m to m)ini sejalan yaitu inflasi (m to m) mengalami kenaikan sejak oktober(0,08) november(0,30) desember(0,44) tahun 2024.
“Komponen yang memiliki andil terbesar sepanjang tahun 2024 adalah komponen inti yaitu dengan andil sebesar 1,44%, berikutnya komponen diatur pemerintah yang memberikan andil sebesar 0,11%, dan yang memberikan andil terkecil adalah komponen harga bergejolak yaitu dengan andil 0,02%, sehingga kalau andil ini kita jumlahkan maka hasilnya akan sama dengan inflasi 2024,” terangnya.
Arief Prasetyo Adi, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), melaporkan jika ada juga beberapa komoditas dengan harga di bawah HAP/HPP yang mengalami kenaikan dan penurunan dari minggu sebelumnya, meliputi;
1. Gabah kering giling (16,2%) lebih rendah dari HAP/HPP.
2. Cabai rawit (180,7%) lebih tinggi dari HAP/HPP.
3. Bawang putih (57,9%) lebih tinggi dari HAP/HPP.
“Penyebab kenaikan harga CRM diantaranya cuaca ekstrim (curah hujan tinggi, kebanjiran, dan angin puting beliung) dan serangan hama OPT sehingga produksi turun serta terjadi penurunan pasokan cabai ke pasar/masyarakat, Rencana aksi K/L bersama petani champion cabai indonesia ialah penyediaan cabai, memantau perkembangan harga, fasilitas distribusi pangan,” terangnya.
“Pada minggu ini terjadi kenaikan harga pada cabai merah besar, cabai rawit dan bawang putih. Untuk kondisi inflasi di Kabupaten Magetan ini masih cenderung stabil. Dua minggu ini, rapat koordinasi inflasi secara luring juga dihadiri oleh para camat se-Kab. Magetan, hal ini bertujuan bukan hanya untuk menghadiri undangan, akan tetapi para camat juga diajak untuk bisa mengetahui kondisi dan situasi di wilayahnya masing-masing terutama yang berkaitan dengan harga-harga bahan pokok,” terang Pj Bupati Magetan Nizhamul.
Hadir juga secara luring di Ruang Jamuan Pendapa Surya Graha Pj Bupati Magetan didampingi Forkopimda Magetan dan OPD terkait. (Humpro/DK)
Related Posts

Dinas PUPR Magetan Prioritaskan Sarana Pelayanan, Bidang Cipta Karya Tangani Pemeliharaan Kantor Kelurahan Sukowinangun

DPRD Magetan dan Pemkab Sepakati P-APBD 2026, Pengadaan Mobil Dinas Ketua TP PKK Dibatalkan

Perubahan APBD Magetan 2026 Dibahas, Data Desil, Mobil Dinas, dan Anggaran Desa Jadi Perhatian DPRD

DPRD Magetan Mulai Bedah Perubahan APBD 2026, Pendapatan Daerah Diproyeksi Turun Rp26,34 Miliar

APBD Magetan 2027 Dirancang Rp1,866 Triliun, DPRD Tekankan Anggaran Harus Berdampak ke Masyarakat



