
Tulungagung – Nusativi.com — Penantian panjang warga Kecamatan Sumbergempol untuk kembali menikmati akses penghubung utama segera berakhir. Setelah lebih dari satu tahun terdampak amblesnya fondasi Jembatan Junjung akibat banjir bandang pada Desember 2024, Pemerintah Kabupaten Tulungagung memastikan rekonstruksi total jembatan akan dimulai awal Maret 2026.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi jembatan. Ia menegaskan, proyek pembangunan ulang tidak sekadar perbaikan sementara, melainkan rekonstruksi menyeluruh agar jembatan lebih kuat dan tahan terhadap potensi bencana serupa di masa depan.
Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sekitar Rp7,5 miliar untuk proyek tersebut. Rencananya, jembatan akan dibangun dengan panjang 30 meter dan lebar 7 meter, menyesuaikan kebutuhan lalu lintas serta standar ketahanan konstruksi terbaru.
Dalam keterangannya, Bupati Gatut Sunu meminta masyarakat turut mengawasi jalannya proyek. Menurutnya, transparansi dan pengawasan publik penting agar kualitas pekerjaan benar-benar sesuai perencanaan.
“Semua harus ikut mengawasi sampai pembangunan selesai. Proyek ini harus dikerjakan secara profesional dan berkualitas,” tegasnya.
Ia juga menyebutkan, Dinas PUPR Tulungagung tengah mengebut penyelesaian administrasi dan tahapan teknis. Pemerintah menargetkan seluruh persiapan rampung sebelum Hari Raya, sehingga pekerjaan fisik dapat berjalan tanpa hambatan berarti.
Rekonstruksi jembatan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar tujuh bulan. Desain baru diklaim lebih tangguh menghadapi anomali cuaca dan banjir besar, dengan sejumlah penyesuaian teknis, antara lain:
– Perhitungan ulang debit banjir maksimum
– Fondasi lebih dalam dengan sistem pengaman tambahan
– Metode konstruksi yang mengutamakan ketahanan jangka panjang
Langkah ini diambil agar Jembatan Junjung tidak kembali mengalami kerusakan serupa, mengingat posisinya sebagai akses vital warga.
Kepala Desa Junjung, Hari Santosa, menyambut baik kepastian pembangunan tersebut. Selama setahun terakhir, warga harus memutar jauh untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan.
“Jembatan ini urat nadi ekonomi desa. Kami berharap pembangunan kali ini menjadi solusi permanen. Bukan hanya menyambung jalan yang putus, tapi momentum pembenahan tata kelola infrastruktur di desa kami,” ujarnya.
Dengan dimulainya rekonstruksi pada awal Maret 2026, masyarakat berharap mobilitas kembali normal dan aktivitas ekonomi desa dapat pulih. Pemerintah daerah pun menargetkan proyek ini menjadi contoh pembangunan infrastruktur yang lebih tangguh, transparan, dan berkelanjutan. (Red)
Related Posts

Perkuat Sinergi Antarperangkat Desa, 45 Pengurus PPDI Magetan Resmi Dilantik

Bakesbangpol Magetan Edukasi Pemilih Pemula, Generasi Muda Diajak Tolak Politik Uang

HUT ke-81 TNI di Tulungagung, Pemkab Tekankan Penguatan Sinergi untuk Menjaga Kondusivitas Daerah

AJT Terima Piagam Penghargaan dari Kodim 0807/Tulungagung, Komitmen Jaga Profesionalisme Pers

Tunjukkan Kekayaan Budaya, Plt. Bupati Tulungagung Boyong 15 Perajin Batik Tampil di Tunjungan Plaza Surabaya


