DPRD Magetan Desak Sinkronisasi Penanganan Longsor Sarangan, Komisi D Turun Langsung ke Lokasi

Tags: , , , , , , ,

MAGETAN — Nusativi.com — Komisi D DPRD Kabupaten Magetan menegaskan pentingnya sinkronisasi kebijakan antara pemerintah daerah dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo dalam penanganan longsor di kawasan wisata Telaga Sarangan. Penegasan tersebut mengemuka saat Komisi D melakukan peninjauan lapangan bersama Kepala BBWS Bengawan Solo dan anggota Komisi V DPR RI, Ali Mufti, di lokasi longsor Telaga Sarangan, Kamis (26/2/2026).

Kunjungan ini menjadi langkah lanjutan setelah DPRD Magetan sebelumnya melakukan koordinasi langsung ke BBWS Bengawan Solo guna mempercepat penanganan longsor yang sempat menimbulkan kekhawatiran menjelang meningkatnya kunjungan wisata saat libur hari raya.

Usai peninjauan, rombongan menggelar diskusi bersama sejumlah pihak terkait. Dalam forum tersebut, komisi D DPRD Kabupaten Magetan menyoroti pentingnya pemetaan wilayah Telaga Sarangan agar pembangunan dan pengembangan kawasan wisata tidak menimbulkan tumpang tindih kebijakan antara Pemkab Magetan dan BBWS Bengawan Solo.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Gatut Bayuadji, saat diwawancarai awak media menyampaikan bahwa kepastian anggaran penanganan longsor masih menunggu hasil desain teknis yang kini sedang disusun.


“Estimasi anggaran penanganan longsor di kawasan Telaga Sarangan masih menunggu hasil desain teknis. Kepastian nilai proyek perbaikan permanen baru dapat diketahui setelah seluruh tahapan kajian geologi dan struktur selesai dilakukan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah pusat menargetkan proses pemulihan pasca-longsor dapat rampung sebelum akhir tahun 2026, dengan pelaksanaan pekerjaan menyesuaikan hasil kajian teknis yang tengah berjalan.

Namun sorotan utama datang dari Komisi D DPRD Magetan yang menilai penanganan longsor tidak hanya soal perbaikan fisik, tetapi juga menyangkut tata kelola kawasan wisata secara menyeluruh.


Ketua Komisi D DPRD Magetan, Hj. Riyin Nur Asiyah, menegaskan bahwa peninjauan ini merupakan tindak lanjut dari laporan Dinas Pekerjaan Umum kepada BBWS Bengawan Solo serta komunikasi intensif DPRD untuk memastikan percepatan penanganan.

“Ini sebenarnya tindak lanjut dari rangkaian laporan dinas PU ke BBWS. Minggu lalu kami menghadap langsung ke BBWS Bengawan Solo karena urgensi penanganan longsor di Sarangan, apalagi kita menghadapi libur hari raya dengan potensi lonjakan pengunjung,” jelasnya.

Menurut Riyin, koordinasi tersebut membuahkan hasil dengan turunnya langsung Kepala BBWS Bengawan Solo ke lokasi guna melihat kondisi riil di lapangan.

“Alhamdulillah hari ini kepala BBWS bisa langsung meninjau. Dari progres awal yang direncanakan September diharapkan bisa maju pertengahan tahun untuk mulai dikerjakan,” katanya.

Ia memastikan, kondisi longsoran sepanjang sekitar 70 meter berada di titik ujung jalur dan tidak mengganggu aktivitas utama pariwisata Telaga Sarangan.

“Jalur yang longsor ini bukan jalur vital. Yang ditutup hanya sekitar 70 meter ditambah kanan kiri menjadi 90 meter, sehingga tidak menutup akses lain. Pariwisata tetap berjalan seperti biasa,” tegasnya.

Komisi D, lanjut Riyin, kini fokus pada aspek keamanan pengunjung menjelang musim liburan melalui koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya Dinas Pariwisata dan Dinas PU.

“Kami bersama OPD terkait akan terus melakukan koordinasi demi keamanan masyarakat yang berkunjung ke Sarangan. Penataan kawasan akan dilakukan sambil menunggu penanganan permanen,” ujarnya.

Ia juga meminta dukungan media untuk memberikan informasi yang proporsional kepada masyarakat agar tidak muncul persepsi keliru terkait kondisi destinasi wisata unggulan Magetan tersebut.

“Melalui media kami mohon dibantu dipublikasikan bahwa Sarangan masih baik-baik saja. Longsor hanya di titik kecil. Pengunjung tetap bisa datang, hanya kami imbau lebih bijak memilih jalur dan menikmati titik-titik wisata yang aman,” pungkasnya.

Peninjauan ini sekaligus menegaskan peran pengawasan DPRD dalam memastikan penanganan bencana berjalan cepat, terkoordinasi, dan tidak menghambat roda ekonomi pariwisata daerah, khususnya di kawasan strategis Telaga Sarangan yang menjadi ikon wisata Kabupaten Magetan. (Vha)