
Magetan – Nusativi.com — Menyongsong arus mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Polres Magetan menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026 di halaman Mapolres Magetan, Kamis (12/03/2026). Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya operasi pengamanan terpadu yang melibatkan ratusan personel lintas instansi.
Apel tersebut diikuti unsur gabungan dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, serta sejumlah instansi terkait lainnya. Sejumlah pejabat Forkopimda Kabupaten Magetan juga tampak hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk Ketua DPRD Magetan, Suratno.
Dalam operasi pengamanan Lebaran tahun ini, Polres Magetan mengerahkan sekitar 800 personel gabungan yang akan bertugas mengawal kelancaran arus mudik maupun aktivitas masyarakat selama masa libur Idul Fitri. Untuk mendukung pengamanan tersebut, petugas juga menyiapkan 6 pos pengamanan, 2 pos pelayanan, serta 1 pos pelayanan terpadu yang akan beroperasi selama 13 hari.
Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa menegaskan, apel gelar pasukan ini menjadi momentum penting dalam memastikan kesiapan seluruh unsur pengamanan dalam menghadapi dinamika pergerakan masyarakat saat libur Lebaran.
“Apel gelar pasukan ini sebagai bentuk kesiapan kami bersama TNI dan seluruh stakeholder untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama pelaksanaan mudik Lebaran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada periode yang sama masyarakat juga akan merayakan Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu. Kondisi tersebut membuat aparat keamanan harus melakukan pengamanan secara optimal agar seluruh kegiatan keagamaan dapat berjalan dengan aman dan kondusif.
Kapolres juga menyoroti potensi lonjakan wisatawan yang diprediksi akan memadati sejumlah destinasi wisata di Magetan selama libur panjang, terutama kawasan Telaga Sarangan yang setiap tahun menjadi magnet wisata.
“Diperkirakan puluhan ribu masyarakat akan datang ke Magetan, terutama di kawasan wisata seperti Telaga Sarangan. Jika pengamanan dapat dikelola dengan baik, tentu akan memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian daerah,” jelasnya.

Selain fokus pada pengamanan arus lalu lintas dan kawasan wisata, aparat gabungan juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Tingginya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir dinilai berpotensi memicu tanah longsor di sejumlah titik rawan.
“Kami melihat ada beberapa titik yang rawan longsor. Karena itu seluruh unsur, termasuk BPBD, TNI dan Polri, telah menyiapkan langkah antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana selama masa libur Lebaran,” tambahnya.
Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu menghubungi layanan darurat 110 maupun hotline BPBD jika terjadi kondisi darurat atau bencana, sehingga petugas dapat segera memberikan penanganan di lapangan.
Sementara itu, Ketua DPRD Magetan Suratno menilai apel gelar pasukan tersebut menjadi simbol kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, serta berbagai elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah selama momentum mudik Lebaran.
Menurutnya, kesiapan pengamanan tidak hanya terbatas pada aspek keamanan, namun juga mencakup sektor kesehatan, penanggulangan bencana, hingga keterlibatan organisasi masyarakat yang turut mendukung kelancaran pengamanan.
“Insya Allah Operasi Ketupat Semeru 2026 dalam rangka menjelang Hari Raya Idul Fitri ini dapat berjalan lancar sehingga Magetan tetap kondusif, aman, dan masyarakat dapat mudik dengan nyaman,” ujarnya.
Ia berharap semangat pengamanan tersebut selaras dengan slogan yang digaungkan Kapolri, yakni “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”, sehingga masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan rasa tenang sekaligus mendorong terciptanya kondisi daerah yang tetap stabil dan sejahtera. (Vha)
Related Posts

Warga Sugihwaras Resah, Aktivitas Kafe Karaoke hingga Subuh Bakal Dibawa ke Jalur Hukum

Kasus Pokir Magetan Masuk Ranah Hukum, Inspektorat Akui Kecolongan

Temuan Diduga Darah dan Luka di Wajah Korban, Kuasa Hukum Desak Puspomau Buka Semua Fakta

DPRD Magetan Uji Polemik Pupuk Subsidi, Kios Bantah Jual di Atas HET

Enam Bulan Berproses, Perkara Cak Dur di Mapolres Malang Berakhir Damai Lewat Restorative Justice


