Pemkab Magetan Pastikan Stok dan Kesehatan Hewan Kurban Aman Jelang Idul Adha 2026

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Magetan — Nusativi.com — Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026, Pemerintah Kabupaten Magetan bergerak cepat memastikan keamanan dan kecukupan hewan kurban bagi masyarakat. Melalui Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan, pengawasan kesehatan ternak kini diperketat hingga ke lapangan, menyasar peternak, pedagang, hingga titik penjualan hewan kurban.

Langkah ini dilakukan untuk menjamin hewan yang akan disembelih pada Idul Adha benar-benar sehat, layak, dan memenuhi ketentuan syariat. Pemeriksaan tidak hanya berfokus pada kondisi fisik ternak, tetapi juga pengawasan potensi penyakit hewan menular yang dapat merugikan peternak maupun masyarakat.

Kepala Disnakkan Kabupaten Magetan, Nur Haryani, mengungkapkan bahwa persiapan telah dilakukan sejak jauh hari dengan menerjunkan tim kesehatan hewan dan paramedis secara rutin ke lapangan.

“Setiap menjelang Idul Adha, pengawasan kesehatan ternak memang menjadi prioritas kami. Petugas turun langsung memastikan hewan kurban memenuhi syarat kesehatan dan ketentuan kurban,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).

Data Disnakkan menunjukkan kebutuhan hewan kurban di Magetan pada tahun sebelumnya mencapai sekitar 20 ribu ekor. Rinciannya, lebih dari 3 ribu ekor sapi, sekitar 14 ribu ekor kambing, dan lebih dari 3 ribu ekor domba dipotong selama momentum Idul Adha 2025.

Namun untuk tahun ini, stok ternak di Kabupaten Magetan dipastikan berada dalam kondisi aman bahkan surplus. Potensi ketersediaan ternak tercatat mencapai sekitar 10 ribu ekor sapi, 14 ribu ekor kambing, dan 10 ribu ekor domba.

Kondisi tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat sekaligus menunjukkan kuatnya sektor peternakan lokal di Kabupaten Magetan. Selain mampu memenuhi kebutuhan daerah sendiri, ketersediaan ternak yang melimpah juga membuka peluang distribusi ke sejumlah daerah lain menjelang puncak permintaan hewan kurban.

Disnakkan Magetan pun mengimbau masyarakat agar lebih selektif saat membeli hewan kurban dengan memastikan ternak dalam kondisi sehat, aktif, tidak cacat, serta memiliki usia yang memenuhi syarat kurban. Pemerintah daerah memastikan pengawasan akan terus dilakukan hingga mendekati hari penyembelihan guna menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban. (Red)