Lomba Karaoke Perjuangan Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Magetan, Gen Z Diajak Cintai Budaya Bangsa

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
oplus_2

MAGETAN — NUSATIVI.COM — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Magetan kembali digelorakan melalui kegiatan Lomba Karaoke Perjuangan. Digelar di kawasan air mancur Pasar Baru Magetan, Jumat (21/8/2026), kegiatan tersebut menghadirkan peserta dari 18 kecamatan se-Kabupaten Magetan.

Lomba yang mengusung lagu-lagu bertema perjuangan itu tidak sekadar menjadi hiburan. Pemerintah Kabupaten Magetan menjadikannya sebagai ruang untuk mengenalkan kembali lagu-lagu nasional dan perjuangan kepada generasi muda yang dinilai mulai jarang menyanyikannya.

Sebanyak 18 peserta yang merupakan perwakilan masing-masing kecamatan tampil di hadapan tiga dewan juri. Mereka membawakan sejumlah lagu bertema perjuangan dengan penampilan yang beragam.

Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang acara. Warga yang berada di sekitar kawasan Pasar Baru turut menyaksikan penampilan para peserta. Tidak hanya mengandalkan kemampuan vokal, sejumlah peserta juga tampil dengan busana unik, termasuk mengenakan pakaian adat yang semakin memperkuat nuansa kebangsaan dalam kegiatan tersebut.

Acara itu turut dihadiri Bupati Magetan Nanik Sumantri, Sekretaris Daerah (Sekda) Magetan Welly Kristanto, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Magetan Suwito, Kepala Bank Jatim Cabang Magetan, serta seluruh camat se-Kabupaten Magetan.

Bupati Magetan Nanik Sumantri mengatakan, lomba tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk menumbuhkan kembali kecintaan generasi muda terhadap lagu-lagu perjuangan.

«“Tujuan digelarnya lomba ini agar anak-anak kita mencintai lagu-lagu perjuangan yang akhir-akhir ini mulai terlupakan,” kata Nanik.»

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan kali pertama digelar di Kabupaten Magetan. Meski baru pertama dilaksanakan, antusiasme para peserta dinilai sangat tinggi. Para siswa-siswi yang mengikuti lomba juga disebut tampil dengan persiapan dan totalitas yang baik.

Nanik menyebut, kegiatan serupa ke depan masih sangat mungkin dikembangkan dengan konsep yang lebih terarah. Salah satunya melalui penentuan lagu wajib dan lagu pilihan oleh panitia, dengan tetap mempertahankan tema perjuangan.

«“Lomba ini baru pertama kali dilaksanakan. Peserta yang ikut merupakan siswa-siswi dan mereka sudah sangat bersemangat serta totalitas. Mungkin nanti untuk selanjutnya lebih ditingkatkan lagi, seperti lagunya bisa ditentukan oleh panitia, ada lagu wajib dan lagu pilihan, tetapi tetap bertema perjuangan,” ujarnya.»

Ia mengapresiasi semangat para peserta yang dinilai menunjukkan bahwa generasi muda tetap memiliki ketertarikan terhadap lagu-lagu kebangsaan ketika diberikan ruang dan diarahkan dengan baik.

«“Saya sangat berterima kasih. Ternyata anak-anak kalau kita bimbing dan kita arahkan, mereka mau dan antusias untuk mengenang lagi lagu-lagu kebangsaan. Ini merupakan semangat kemerdekaan,” ungkapnya.»

Nanik juga menyoroti derasnya pengaruh budaya asing di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri agar generasi muda tidak kehilangan identitas budaya bangsa.

Karena itu, momentum peringatan kemerdekaan dinilai penting untuk kembali mengingatkan generasi muda tentang sejarah perjuangan bangsa sekaligus makna kemerdekaan.

«“Saat ini mulai tergerus dengan budaya-budaya asing, sehingga kita perlu mengingatkan dan mengenalkan kembali makna hari kemerdekaan bagi bangsa Indonesia,” tegas Nanik.»

Ia secara khusus berharap generasi Z dapat memiliki rasa cinta terhadap Indonesia, budaya sendiri, serta menghargai pengorbanan para pejuang yang telah merebut kemerdekaan.

«“Saya mengharapkan khususnya Gen Z harus mencintai Indonesia, mencintai budaya sendiri, serta mengingat pengorbanan pejuang terdahulu dalam merebut kemerdekaan,” katanya.»

Nanik juga berpesan agar generasi muda tidak meninggalkan budaya ketimuran yang menjadi bagian dari identitas bangsa Indonesia.

«“Jangan meninggalkan budaya ketimuran. Budaya Indonesia yang luar biasa ini harus kita lestarikan,” pesannya.»

Sementara itu, Kepala Disbudpar Kabupaten Magetan Suwito menjelaskan, Lomba Karaoke Perjuangan merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Magetan.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan hasil pembahasan panitia yang menginginkan adanya hiburan dengan tetap membawa semangat kemerdekaan.

«“Ini merupakan rangkaian HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Kabupaten Magetan. Hasil rapat panitia kemarin disepakati ada kegiatan hiburan yang masih mengusung tema kemerdekaan. Untuk itu kita pilih lagu-lagu perjuangan,” jelas Suwito.»

Selain membangkitkan semangat kemerdekaan, lomba tersebut juga menjadi sarana untuk memberikan ruang kepada anak-anak agar berani tampil dan menunjukkan kreativitasnya di hadapan masyarakat.

«“Selain untuk mengobarkan semangat kemerdekaan, juga kita munculkan keaktifan anak-anak. Oleh karena itu kita gelar lomba,” imbuhnya.»

Suwito mengatakan, pada pelaksanaan perdana ini jumlah peserta masih dibatasi. Setiap kecamatan hanya mengirimkan satu perwakilan sehingga total terdapat 18 peserta.

«“Memang lomba yang kita gelar ini kita batasi pesertanya hanya 18 peserta, terdiri dari perwakilan 18 kecamatan. Masing-masing mengirimkan satu orang peserta,” terangnya.»

Namun, keterbatasan peserta pada pelaksanaan perdana tersebut justru menjadi bahan evaluasi bagi panitia. Ke depan, Disbudpar membuka kemungkinan agar jumlah peserta diperluas sehingga kegiatan dapat berlangsung lebih meriah.

Termasuk mengenai mekanisme pemilihan lagu yang nantinya dapat ditentukan oleh panitia agar penilaian antar peserta berlangsung lebih fair dan memiliki standar yang sama.

«“Dari lomba kali ini kita bisa evaluasi untuk ke depan agar semakin meriah. Mungkin peserta tidak dibatasi, kemudian untuk pemilihan lagu juga panitia yang menentukan agar lebih fair,” kata Suwito.»

Setelah seluruh peserta menyelesaikan penampilannya, panitia kemudian mengumumkan para pemenang. Perwakilan Kecamatan Takeran berhasil meraih Juara I dalam Lomba Karaoke Perjuangan tersebut.

Trophy dan hadiah uang pembinaan bagi pemenang diserahkan langsung oleh Bupati Magetan Nanik Sumantri.

Lomba Karaoke Perjuangan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa peringatan kemerdekaan tidak hanya dapat diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui ruang kreatif yang melibatkan generasi muda dan masyarakat.

Di tengah derasnya arus budaya populer, kegiatan semacam ini menjadi salah satu cara untuk menjaga agar lagu perjuangan, budaya daerah, serta nilai-nilai kebangsaan tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya. (Vha)