Bunda Nanik Sambangi Warga Duwet Plaosan, Gotong Royong Jadi Kekuatan Membangun Lingkungan

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

MAGETAN — NUSATIVI.COM — Semangat gotong royong warga Dusun Duwet, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, mendapat perhatian langsung dari Bupati Magetan Nanik Sumantri. Di tengah aktivitas masyarakat yang bergotong royong melakukan penyemiran jalan utama menuju desa, Bunda Nanik menyempatkan diri hadir dan menyapa warga.

Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Magetan tersebut disambut hangat masyarakat. Bukan dalam suasana seremoni pemerintahan, Bunda Nanik datang ketika warga sedang bekerja bersama, bahu-membahu melakukan perawatan akses jalan yang menjadi bagian penting dari aktivitas sehari-hari masyarakat.

Momen tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Bupati untuk melihat secara langsung kegiatan masyarakat sekaligus berinteraksi dengan warga.

Bunda Nanik mengapresiasi inisiatif dan kepedulian warga Duwet yang masih mempertahankan budaya gotong royong. Menurutnya, kebersamaan masyarakat merupakan modal penting dalam menjaga lingkungan sekaligus mendukung pembangunan di tingkat desa.

“Semangat seperti ini yang harus terus dijaga. Guyup rukun dan gotong royong menjadi kekuatan masyarakat dalam membangun desanya,” ujar Bunda Nanik.

Menurutnya, pembangunan tidak semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah. Partisipasi masyarakat melalui kepedulian terhadap lingkungan dan fasilitas umum juga memiliki peran penting dalam menciptakan kondisi desa yang lebih baik.

Semangat warga Duwet menjadi salah satu gambaran bahwa pembangunan dapat tumbuh dari kepedulian masyarakat sendiri. Ketika warga memiliki rasa memiliki terhadap lingkungannya, berbagai persoalan di tingkat lokal dapat dihadapi secara bersama-sama.

Bagi masyarakat Duwet, kedatangan Bunda Nanik di tengah kegiatan gotong royong juga menjadi pengalaman tersendiri. Warga mengaku senang karena kepala daerah berkenan hadir secara langsung, menyapa masyarakat, sekaligus melihat aktivitas warga tanpa harus menunggu agenda resmi pemerintahan.

“Kami sangat senang Bunda Nanik datang menyambangi warga. Semoga bukan hanya kali ini saja. Nanti kalau warga punya hajat atau kegiatan, kami juga ingin mengundang Bupati dan berharap beliau bisa hadir,” ungkap salah seorang warga.

Harapan tersebut menunjukkan bahwa kehadiran pemimpin di tengah masyarakat memiliki arti tersendiri. Bagi warga, kedekatan dengan pemerintah daerah bukan hanya ditunjukkan melalui program pembangunan, tetapi juga melalui komunikasi dan interaksi secara langsung.

Di tengah kegiatan penyemiran jalan, warga Duwet tidak sekadar menyelesaikan pekerjaan fisik. Mereka juga sedang merawat sebuah tradisi sosial yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat desa: guyup rukun dan saling membantu.

Kehadiran Bunda Nanik pun memberi warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Momen sederhana itu memperlihatkan bagaimana komunikasi antara pemerintah dan masyarakat dapat dibangun melalui langkah yang sederhana—datang, menyapa, mendengar, serta melihat langsung aktivitas warga.

Bagi Duwet, jalan yang dirawat secara bersama bukan hanya menjadi akses penghubung antarwilayah. Lebih dari itu, jalan tersebut menjadi simbol kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan wujud nyata semangat kebersamaan.

Dari Duwet untuk Magetan: membangun bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi juga tentang menjaga kebersamaan, merawat kepedulian, dan menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat. (Vha)