Menjaga Warisan Leluhur, Bersih Desa Pingkuk Bendo Jadi Ruang Perekat Sosial Warga

Tags: , , , ,
oplus_1026

Magetan – Nusativi.com – Bagi masyarakat Desa Pingkuk, Kecamatan Bendo, Jumat Pon bukan sekadar penanda waktu dalam kalender Jawa. Hari tersebut memiliki nilai sakral yang terus dijaga turun-temurun. Seperti tahun-tahun sebelumnya, momentum ini kembali diwujudkan melalui tradisi Bersih Desa, yang puncaknya digelar di Punden Dukuh Banjar, Jumat (29/08/2025).

Tradisi yang diselenggarakan setiap bulan Suro ini tidak hanya menjadi ajang ritual budaya, tetapi juga wadah kebersamaan masyarakat. Selama beberapa hari, rangkaian kegiatan telah berlangsung di lima titik berbeda, sebelum akhirnya dipusatkan di Dukuh Banjar.

Kepala Desa Pingkuk, Ajis Santoso, menegaskan bahwa Bersih Desa merupakan simbol penghormatan kepada leluhur sekaligus bentuk syukur masyarakat atas rezeki yang diterima. “Tradisi ini adalah peninggalan leluhur yang harus kita rawat dan lestarikan. Selain melestarikan budaya, juga mempererat persaudaraan antar warga,” ungkapnya.

Menariknya, pada puncak acara tahun ini, masyarakat turut hadir menyaksikan tayuban sebagai bagian dari pelestarian seni tradisional. Ajis menuturkan, tayuban tidak sekadar hiburan, tetapi juga representasi kekayaan budaya yang diwariskan sejak lama.

“Di Jumat Pon ini, masyarakat Desa Pingkuk melaksanakan bersih desa di lokasi keenam, sebelumnya kami juga menggelar doa bersama dan selamatan, kemudian ditutup dengan tayuban. Harapannya, tradisi ini terus hidup, tidak hilang ditelan zaman,” tambahnya.

Bagi warga Pingkuk, Bersih Desa bukan hanya ritual seremonial. Lebih dari itu, ia menjadi ruang kebersamaan, wadah gotong-royong, sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga warisan leluhur agar tetap menjadi identitas generasi mendatang. (Vha)