
Magetan — Nusativi.com — Musyawarah Daerah (Musda) VIII Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Magetan kembali menjadi pusat perhatian publik. Gelaran Opening Musda yang berlangsung pada Rabu (19/11/2025) di Gedung Pertemuan RM Putra Nirwana, Pacalan, Plaosan, menghadirkan suasana hangat, tertib, dan penuh kekhidmatan.
Sekitar 400 peserta dari berbagai kalangan hadir memenuhi ruang pertemuan, mulai dari unsur pemerintah daerah, tokoh lintas agama, organisasi masyarakat, hingga seluruh jajaran pengurus LDII dari tingkat kabupaten hingga kecamatan. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi LDII Magetan dalam menyongsong pembaruan program dan penguatan peran organisasi di tengah masyarakat.
Sejumlah tokoh penting hadir dalam acara tersebut, di antaranya Bupati Magetan Hj. Nanik Sumantri, Kasat Binmas Polres Magetan Iptu Muhniriyanto, S.H., Kasdim 0804 Mayor Inf. Tomi F.A, Kasi Intelijen Kejari Magetan Muh Andi Sofyan, S.H., M.H., Ketua DPW LDII Jawa Timur KH. Ir. Muhammad Amrozi Konawi, Ketua MUI Magetan KH. Ahmad Fathoni, serta Ketua DPD LDII Magetan H. Joko Pramono, S.H., M.H. beserta jajaran pengurus. Turut hadir pula Forkopimca Plaosan, tokoh lintas agama, organisasi mitra pemerintah daerah, serta Ketua dan Sekretaris PC LDII se-Kabupaten Magetan.
Pembukaan Musda VIII LDII Magetan menjadi wadah konsolidasi dan evaluasi organisasi, sekaligus sarana memperkuat sinergi antara LDII dan pemerintah daerah dalam menjaga kerukunan, stabilitas sosial, serta meningkatkan kualitas pembinaan umat.
Dalam sambutannya, Bupati Magetan Hj. Nanik Sumantri menegaskan bahwa LDII merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang religius dan berkarakter.
Usai acara pembukaan, Bupati Nanik memberikan pernyataan khusus kepada awak media terkait harapan dan pesan yang ingin ia sampaikan kepada LDII Magetan.
> “LDII ini punya peran besar dalam pembinaan nilai moral dan kehidupan beragama di Magetan. Kami melihat LDII selalu konsisten mendukung program pemerintah, khususnya terkait generasi muda. Karena itu, saya berharap Musda ini bisa menghasilkan keputusan yang relevan dan inovatif agar LDII semakin maju dan bermanfaat,” ujar Bupati.
Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas organisasi dalam menciptakan masyarakat yang harmonis dan toleran.
> “Kolaborasi itu kunci. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, dan LDII telah memberi contoh bagaimana organisasi keagamaan bisa berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang rukun dan produktif. Kami siap bersinergi untuk kegiatan yang berdampak luas,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua DPW LDII Jawa Timur, KH. Ir. Muhammad Amrozi Konawi, menyampaikan bahwa Musda ini merupakan momentum strategis bagi LDII Magetan dalam melakukan perbaikan tata organisasi dan memperkuat dakwah yang sesuai kebutuhan zaman.
Rangkaian acara pembukaan Musda VIII berlangsung tertib dan penuh antusias, dimulai dari pembacaan doa, sambutan tokoh, hingga laporan pertanggungjawaban pengurus sebelumnya. Acara kemudian dilanjutkan dengan sidang pleno untuk menyusun rekomendasi program kerja dan menetapkan arah organisasi ke depan.
Dengan dukungan kuat dari berbagai pihak serta kehadiran peserta yang mencapai ratusan orang, Musda VIII LDII Magetan diharapkan mampu melahirkan keputusan-keputusan strategis yang memperkuat peran LDII dalam pembangunan daerah, pembinaan umat, serta penguatan semangat kebersamaan di Magetan. (DK)
Related Posts

LPTQ Tulungagung Periode 2026–2031 Resmi Dilantik, Dewan Hakim MTQ XXXII Diminta Jaga Integritas

Maulid Nabi di Boyolangu, Plt Bupati Tulungagung Tekankan Pentingnya Meneladani Akhlak Rasulullah

Hadiri Pengajian Muslimat NU Panjerejo, Ahmad Baharudin Tegaskan Komitmen Wujudkan Tulungagung Agamis

Empat Sapi Kurban Disalurkan Pemkab Magetan, Warga Jadi Penerima Manfaat

Lautan Manusia Padati Kota Magetan, Takbir Keliling Berlampion Semarakkan Malam Idul Adha




