Jawab Surat Terbuka, Bupati Magetan Nanik Sumantri Tegaskan Komitmen Keterbukaan dan Mitigasi Bencana

Tags: , , , , , , , , ,

Magetan — Nusativi.com — Pemerintah Kabupaten Magetan angkat bicara menanggapi berbagai kritik dan surat terbuka yang beredar di ruang publik. Melalui siaran pers resmi, Bupati Magetan Nanik Sumantri menegaskan bahwa pemerintah tidak alergi terhadap kritik, bahkan menganggapnya sebagai bagian penting dalam proses demokrasi dan keterbukaan informasi publik.

Dalam pernyataan eksklusifnya, Bunda Nanik sapaan akrab Bupati Magetan menilai kritik masyarakat justru menjadi indikator bahwa ruang demokrasi di Magetan masih sehat.

“Kami mengucapkan terima kasih masih ada warga yang peduli, memberikan saran, dan kritikan melalui surat terbuka. Itu berarti ruang demokrasi dan transparansi di Magetan masih berjalan,” tegas Nanik dalam keterangan resminya, Sabtu (11/4/2026).

Menanggapi kritik terkait banjir yang melanda sejumlah wilayah di Magetan, Bupati Nanik mengakui bahwa persoalan tersebut tidak bisa disederhanakan hanya pada satu faktor saja. Ia menyebut kombinasi faktor alam, teknis, dan perilaku manusia menjadi penyebab utama banjir yang terjadi.

“Kami tidak ingin terus mencari siapa yang salah. Banyak faktor penyebab banjir, baik alam, teknis, maupun perilaku manusia. Yang terpenting saat ini adalah mencari solusi jangka pendek, menengah, dan panjang,” jelasnya.

Menurutnya, Pemkab Magetan telah melakukan evaluasi menyeluruh melalui investigasi, survei, dan pemetaan langsung di sejumlah titik terdampak. Namun, ia mengakui bahwa penanganan tersebut membutuhkan waktu dan skala prioritas.

“Kami pastikan tidak ada pemukiman atau rumah warga yang belum dibersihkan dari rendaman lumpur. Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat bisa kembali beraktivitas,” tambahnya.

Sorotan publik juga mengarah pada rencana kegiatan pemerintah daerah di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Menanggapi hal tersebut, Bupati Nanik menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari promosi potensi daerah dan forum strategis pembangunan.

“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Ini merupakan agenda promosi potensi Magetan sekaligus membangun komunikasi dengan masyarakat perantauan,” ujar Nanik.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak dilakukan di tempat mewah, melainkan di fasilitas pemerintah yang telah difasilitasi panitia.

“Kegiatan dilaksanakan di Anjungan Provinsi Jawa Timur di TMII dan gedung milik TNI AU. Ini bukan kegiatan mewah, tetapi forum strategis untuk pembangunan Magetan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nanik menekankan bahwa perjalanan dinas tetap mengacu pada prinsip efisiensi dan urgensi.

“Efisiensi bukan berarti meniadakan perjalanan dinas, tetapi lebih selektif dengan mempertimbangkan urgensi dan dampaknya bagi pembangunan daerah,” tegasnya.

Bupati Nanik juga memastikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran kebencanaan melalui dana Bantuan Tak Terduga (BTT). Anggaran tersebut disiapkan sebagai langkah mitigasi menghadapi kemungkinan bencana di masa mendatang.

“Anggaran BTT telah disiapkan setiap tahun. Harapan kami tentu dana tersebut tidak terpakai sepenuhnya karena kita berdoa Magetan dijauhkan dari bencana,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Bupati Nanik menegaskan bahwa seluruh kebijakan pemerintah daerah tetap berorientasi pada keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

“Tiada yang lebih penting dari keselamatan, kenyamanan, dan keamanan masyarakat. Pemerintah ingin selalu hadir dalam setiap langkah kehidupan masyarakat,” pungkasnya.

Pernyataan ini sekaligus menjadi penegasan sikap Pemerintah Kabupaten Magetan dalam menghadapi kritik publik. Di tengah sorotan terhadap berbagai kebijakan daerah, pemerintah memilih membuka ruang dialog dan transparansi sebagai langkah membangun kepercayaan masyarakat.

Dengan dinamika yang berkembang, publik kini menunggu langkah konkret pemerintah dalam menjawab kritik, terutama terkait penanganan banjir dan transparansi anggaran yang menjadi perhatian utama masyarakat Magetan. (Vha)