
Magetan — Nusativi.com — Dalam menghadapi tantangan musim penghujan pada Oktober–Desember 2025 serta dinamika harga komoditas pangan nasional, Pemerintah Kabupaten Magetan meluncurkan serangkaian langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok. Upaya tersebut menjadi salah satu faktor penting yang mengantarkan Magetan meraih pengakuan nasional dalam bidang ketahanan pangan.
A. Strategi Penguatan Produksi Hortikultura
Pemkab Magetan menempatkan komoditas cabai sebagai fokus utama stabilitas harga dan ketersediaan, mengingat fluktuasi tajam yang kerap terjadi saat puncak musim hujan. Sejumlah program prioritas terus dijalankan secara masif, di antaranya:
1. Penguatan produksi cabai menghadapi musim hujan Oktober–Desember guna memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga.
2. Bantuan benih cabai secara bertahap kepada kelompok tani dan gabungan kelompok tani sebagai upaya peningkatan produksi berkelanjutan.
3. Distribusi benih cabai kepada masyarakat agar rumah tangga dapat memenuhi kebutuhan secara mandiri.
4. Pembangunan Smart Green House, fasilitas penanaman cabai yang memungkinkan produksi sepanjang musim serta tahan terhadap serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).
5. Pengadaan alat penyimpanan pasca panen berteknologi ozon, untuk menjaga kualitas produk hortikultura dan memperpanjang umur simpan.
Langkah-langkah ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan komoditas hortikultura lokal yang menjadi penopang utama stabilitas harga di pasar rakyat.
B. Peningkatan Produksi Peternakan
Selain sektor pertanian, Pemkab Magetan juga meningkatkan kapasitas produksi peternakan—utamanya daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam ras—melalui sejumlah program terintegrasi:
1. Edukasi kepada generasi milenial untuk mendorong keterlibatan mereka dalam usaha peternakan modern.
2. Layanan Inseminasi Buatan (IB) untuk meningkatkan populasi dan kualitas genetika ternak.
3. Pemberian obat serta vaksin ternak secara berkala guna menjaga kesehatan hewan dan mencegah wabah.
4. Penyediaan dua Rumah Potong Hewan (RPH) bersertifikat halal di Plaosan dan Magetan yang telah memiliki Nomor Kontrol Veteriner (NKV).
5. Aktivasi Call Center Unit Reaksi Cepat, yang memungkinkan peternak melaporkan kendala secara langsung dan mendapatkan penanganan cepat dari dinas terkait.
Upaya ini tidak hanya mendukung ketersediaan protein hewani, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan peternak melalui kepastian produksi dan pemasaran.
C. Langkah Khusus Menghadapi Kenaikan Harga Beras
Menanggapi kenaikan harga beras yang terjadi pada Oktober 2025, Pemkab Magetan melakukan langkah cepat untuk menstabilkan pasar:
1. Sidak harga dan stok beras oleh TPID, Satgas Pangan Polres Magetan, dan Bulog pada 21–24 Oktober 2025 ke sejumlah pedagang pasar rakyat dan toko retail modern.
2. Pemberian surat teguran kepada toko retail modern yang kedapatan menjual beras di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Langkah tersebut terbukti efektif dalam mengendalikan praktik penjualan yang tidak sesuai ketentuan serta memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat.
Apresiasi dan Komitmen Pemkab Magetan
Pemerintah Kabupaten Magetan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak—mulai dari TPID, para petani, peternak, pelaku usaha, hingga masyarakat—atas semangat kolaborasi yang kuat dalam menjaga stabilitas pangan daerah.
Pemkab menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat program-program strategis guna memastikan harga pangan tetap terkendali, produksi terus meningkat, dan kesejahteraan masyarakat semakin membaik.
Dengan sinergi seluruh elemen, Magetan menegaskan posisinya sebagai salah satu kabupaten yang mampu menjaga stabilitas pangan secara berkelanjutan di tengah dinamika cuaca dan pasar nasional. (Dk)
Related Posts

Dinas PUPR Magetan Prioritaskan Sarana Pelayanan, Bidang Cipta Karya Tangani Pemeliharaan Kantor Kelurahan Sukowinangun

DPRD Magetan dan Pemkab Sepakati P-APBD 2026, Pengadaan Mobil Dinas Ketua TP PKK Dibatalkan

Perubahan APBD Magetan 2026 Dibahas, Data Desil, Mobil Dinas, dan Anggaran Desa Jadi Perhatian DPRD

DPRD Magetan Mulai Bedah Perubahan APBD 2026, Pendapatan Daerah Diproyeksi Turun Rp26,34 Miliar

APBD Magetan 2027 Dirancang Rp1,866 Triliun, DPRD Tekankan Anggaran Harus Berdampak ke Masyarakat


