
MAGETAN — NUSATIVI.COM — Sebanyak 45 pengurus Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Magetan periode 2026–2031 resmi dikukuhkan di Pendopo Surya Graha, Magetan, Rabu (7/10/2026). Kepengurusan baru ini diharapkan menjadi motor penggerak penguatan komunikasi dan koordinasi antarperangkat desa dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Prosesi pengukuhan tersebut dihadiri Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti, jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Magetan Riyin Nur Asiyah, pengurus PPDI Jawa Timur, serta Ketua PKDI Magetan Ajis Santoso.
Sebanyak 45 pengurus yang dikukuhkan dibagi ke dalam sembilan bidang dengan cakupan kerja, antara lain kebudayaan, olahraga, kepemudaan, serta perempuan dan anak. Pembagian tersebut diharapkan mampu memperluas peran organisasi dalam membangun solidaritas perangkat desa sekaligus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa.
Terbentuknya kepengurusan baru ini juga menjadi langkah lanjutan setelah PPDI Magetan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) pada Juli 2026. Musda tersebut dilaksanakan untuk menyelesaikan polemik internal organisasi sekaligus mengakhiri kekosongan jabatan ketua.
Ketua PPDI Kabupaten Magetan, Fatkhur Puji Rahmanto, menegaskan bahwa kepengurusan periode 2026–2031 akan diarahkan untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi antarperangkat desa di seluruh wilayah Kabupaten Magetan.
“Kami siap berkoordinasi dan belajar memberikan pelayanan yang terbaik, cepat dan tepat kepada masyarakat Magetan,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan PPDI diharapkan tidak hanya menjadi wadah organisasi, tetapi juga sarana mempererat hubungan kerja antarperangkat desa dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan desa yang lebih baik.
Dukungan terhadap penguatan peran perangkat desa juga disampaikan Ketua PPDI Provinsi Jawa Timur, Sutoyo M. Musih. Ia mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Magetan terhadap pembangunan desa, khususnya kebijakan pemberian gaji ke-13 bagi perangkat desa.
“Saya merasa bangga, hanya di Kabupaten Magetan yang sudah menerapkan gaji 13 untuk perangkat desa. Ini artinya komitmen Pemkab Magetan membangun dari desa itu memang kuat,” katanya.
Keberadaan PPDI Kabupaten Magetan memiliki peran strategis karena organisasi tersebut menaungi ribuan perangkat desa yang tersebar di 207 desa dan 18 kecamatan. Dengan cakupan tersebut, penguatan organisasi dinilai penting untuk menyelaraskan komunikasi serta mendorong peningkatan kualitas pelayanan pemerintahan di tingkat desa.
Sementara itu, Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti menyampaikan apresiasi atas dukungan dan penilaian positif yang diberikan PPDI Jawa Timur. Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah harus dimulai dengan memperkuat desa sebagai fondasi utama kemajuan Kabupaten Magetan.
“Kami meyakini bahwa membangun Magetan maju dimulai dari desa yang maju, sejahtera dan mandiri,” ujar Bunda Nanik, sapaan akrabnya.
Bupati juga mengajak seluruh perangkat desa untuk meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah serta menjaga komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Ia menekankan bahwa setiap warga berhak memperoleh pelayanan yang adil tanpa membedakan latar belakang. Karena itu, perangkat desa diminta mengedepankan sikap netral, ramah, dan mengutamakan kepentingan masyarakat dalam menjalankan tugas.
“Layani masyarakat dengan netral, tanpa membeda-bedakan, ramah, dan sepenuh hati,” tegasnya.
Pengukuhan pengurus PPDI Magetan periode 2026–2031 ini diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas organisasi sekaligus meningkatkan profesionalisme perangkat desa. Dengan koordinasi yang semakin baik, pelayanan publik di tingkat desa diharapkan semakin cepat, tepat, dan merata bagi seluruh masyarakat Kabupaten Magetan. (Vha)
Related Posts

Bakesbangpol Magetan Edukasi Pemilih Pemula, Generasi Muda Diajak Tolak Politik Uang

HUT ke-81 TNI di Tulungagung, Pemkab Tekankan Penguatan Sinergi untuk Menjaga Kondusivitas Daerah

AJT Terima Piagam Penghargaan dari Kodim 0807/Tulungagung, Komitmen Jaga Profesionalisme Pers

Tunjukkan Kekayaan Budaya, Plt. Bupati Tulungagung Boyong 15 Perajin Batik Tampil di Tunjungan Plaza Surabaya

Jalan Rabat Beton Rampung, Mobilitas Petani Desa Manding Tulungagung Kini Lebih Lancar


