
MAGETAN || NUSATIVI.COM || Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Magetan melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) melakukan rehabilitasi sejumlah jaringan saluran air sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir dan peningkatan fungsi drainase serta irigasi.
Salah satu pekerjaan yang tengah dilaksanakan tercantum dalam papan proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Nitikan dan Avour Jaringan Irigasi Srambah 7. Proyek tersebut memiliki nilai pekerjaan sebesar Rp243.476.300, dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kabupaten Magetan, Yuli K. Iswahyudi, mengatakan pekerjaan tersebut tidak semata-mata berorientasi pada perbaikan infrastruktur irigasi, tetapi juga menjadi bagian dari langkah antisipasi terhadap potensi banjir.
Menurutnya, pengalaman banjir yang terjadi di Magetan pada tahun 2025 akibat tingginya curah hujan menjadi salah satu perhatian dalam penanganan jaringan air.
“Pekerjaan ini salah satunya untuk pengendalian banjir. Tahun lalu kita sempat menghadapi kondisi banjir karena curah hujan cukup tinggi. Karena itu, jaringan dan saluran yang kondisinya perlu ditangani kita lakukan rehabilitasi agar aliran air bisa lebih optimal,” ujar Yuli K. Iswahyudi.
Ia menjelaskan, Dinas PUPR melakukan penanganan pada empat titik prioritas yang dinilai membutuhkan rehabilitasi dan perbaikan.
Keempat titik tersebut meliputi seputaran Embung Sari Agung, aliran menuju arah Sumberdukun, cross jalan menuju kawasan perumahan yang mengalami kerusakan atau gorong-gorong ambrol, serta saluran Srambah di wilayah Mojopurno.
“Ada empat titik yang kita tangani. Pertama di seputaran Embung Sari Agung, kemudian aliran arah Sumberdukun. Berikutnya cross jalan menuju perumahan yang gorong-gorongnya ambrol, dan terakhir saluran Srambah di Mojopurno,” jelasnya.
Penanganan tersebut menjadi penting mengingat perubahan intensitas hujan dapat meningkatkan beban saluran air. Saluran yang mengalami penyempitan, kerusakan maupun gorong-gorong yang ambrol berpotensi menghambat aliran dan menyebabkan air meluap ketika debit meningkat.
Yuli menegaskan, rehabilitasi dilakukan untuk mengembalikan fungsi saluran sehingga mampu mengalirkan air secara lebih baik, sekaligus mengurangi potensi terjadinya genangan maupun banjir di wilayah yang berada di sekitar jaringan tersebut.
“Harapannya setelah dilakukan rehabilitasi, fungsi saluran kembali maksimal. Ketika hujan dengan intensitas tinggi, air bisa segera mengalir dan tidak tertahan karena adanya kerusakan pada jaringan,” katanya.
Ia menambahkan, persoalan pengendalian banjir tidak hanya bergantung pada pembangunan saluran baru. Pemeliharaan dan rehabilitasi terhadap infrastruktur yang sudah ada juga menjadi bagian penting dalam menjaga sistem pengelolaan air di Kabupaten Magetan.
Berdasarkan papan informasi pekerjaan, proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Nitikan dan Avour Jaringan Irigasi Srambah 7 memiliki nomor SPK C.6.10/10/PL-KONST/VII/403.104/2026.
Nilai pekerjaan tercatat sebesar Rp243.476.300 dengan masa pelaksanaan 120 hari kalender. Pelaksana pekerjaan adalah CV Rachmat Al Barokah, sementara konsultan pengawas adalah CV Cakra Mandiri Persada.
Dengan rehabilitasi di sejumlah titik tersebut, Dinas PUPR Magetan berharap infrastruktur pengendali aliran air dapat berfungsi lebih baik, terutama menghadapi potensi peningkatan curah hujan.
Langkah tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan banjir tidak cukup ditangani setelah bencana terjadi. Perbaikan infrastruktur, pemeliharaan saluran dan kesiapan menghadapi debit air tinggi harus dilakukan sebelum hujan ekstrem kembali datang. (Vha)
Related Posts

Perkuat Sinergi Antarperangkat Desa, 45 Pengurus PPDI Magetan Resmi Dilantik

Bakesbangpol Magetan Edukasi Pemilih Pemula, Generasi Muda Diajak Tolak Politik Uang

HUT ke-81 TNI di Tulungagung, Pemkab Tekankan Penguatan Sinergi untuk Menjaga Kondusivitas Daerah

AJT Terima Piagam Penghargaan dari Kodim 0807/Tulungagung, Komitmen Jaga Profesionalisme Pers

Tunjukkan Kekayaan Budaya, Plt. Bupati Tulungagung Boyong 15 Perajin Batik Tampil di Tunjungan Plaza Surabaya





